Pemerintah Kota Mojokerto dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KP) melaksanakan kegiatan vaksin dosis pertama bagi seluruh remaja di Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari alias Ning Ita mengatakan Kota Mojokerto menjadi pioner pelaksanaan vaksinasi anak di Jawa Timur bagi usia 12 sampai 17 tahun.

Ning Ita  menuturkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama ini menyasar sekitar 21 ribu pelajar di Kota Mojokerto yang merupakan siswa jenjang SMP dan SMA sebagai upaya menciptakan herd immunity bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja. “Ini berbasis sekolah bukan domisili. Jadi, meskipun dia bukan warga kota asal sekolahnya di kota pasti ikut terdata,” tuturnya dalam keterangan pers Rabu (7/7)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Amin Wachid menyatakan, vaksinasi anak di Kota Mojokerto menjadi yang pertama kali digelar di Jatim seluruh pelajar jenjang SMP-SMA negeri dan swasta yang ada di kota.

Plt. Dinkes P2KP, Hariyanto mengatakan, vaksin bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jenis vaksin yang digunakan untuk anak-anak sendiri masih menggunakan merek Sinovac.

Lalu, lanjut dia, dosis pemberian vaksin ini berbeda dengan jumlah dosis yang diterima orang dewasa. “Khusus untuk anak-anak, dosis yang diberikan separo dari dosis orang dewasa atau setengah vial,” tukasnya.

Pelaksanaan vaksinasi perdana ini ditinjau langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari alias Ning Ita di dampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto Hariyanto, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto Johan Iswayudi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto. (7/7/2021)